Penyanderaan dua truk pupuk oleh petani sekaligus membongkar muatannya di Desa Lawe Deski Kecamatan Babul Makmur Aceh Tenggara beberapa waktu lalu, boleh jadi akumulasi dari kekecewaan petani setempat terhadap kelangkaan pupuk meskipun aksi tersebut tidak dibenarkan secara hukum. Boleh jadi itulah gambaran petani kita di saat usahatani mereka terancam gagal akibat pupuk tak terpenuhi.
April 8, 2009
April 8, 2009
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu” (QS. Asy Syams:9)
Pada hati manusia terdapat dua kekuatan yaitu kekuatan “Fujur” dan “Taqwa” yang selalu bertempur untuk saling mengalahkan satu dengan yang lainnya, sehingga salah satu dari keduanya menjadi pemenang atau lebih mempunyai pengaruh dalam menentukan perilaku kehidupan “tuannya”.
Apabila setiap rangsangan “benih kebaikan (At-Taqwa)” ini yang timbul dalam diri manusia selalu direspon dalam bentuk amal shalih secara benar dan kontinyu (berkesinambungan) maka dengan sendirinya “benih kebaikan” akan semakin berkembang dan akan mendominasi atau mengusai hati “tuannya”. Sehingga ide, pola fikir, kepribadian dan seluruh anggota tubuhnya akan menjadi baik karena mengikuti instruksi-instruksi yang datang dari hati yang dipenuhi dengan “benih kebaikan”. Maka jadilah “tuannya” ini termasuk orang-orang beruntung yang mampu membersihkan jiwanya dari nafsu syahwat syaithaniyah karena ia hanya mau merespon bisikan dan panggilan kebaikan (taqwa) saja.
Dan sebaliknya bagi manusia yang lebih sering merespon tuntutan nafsu syahwat syaithaniyahnya maka tindakan tercela lagi berdosa itu dengan otomatis memberikan kontribusi dan mempercepat pertumbuhan serta peluasan “benih-benih kejahatan (fujûr)” sehingga benih ini akan mendominasi hatinya.
Dalam kitab Minhajul Qashidîn dikatakan:
Bahwa sesuatu yang paling berharga, paling bernilai dan paling mulia pada diri manusia adalah hatinya. Sedang anggota tubuh hanya sekedar mengikuti dan menjadi pelayan hati, sebagaimana seorang tuan yang memerintahkan hamba sahayanya sebagai pelayannya. Mari kita bertanya pada diri masing-masing, apakah selama ini kita lebih cenderung mengikuti kekuatan fujur atau taqwa.
Maret 31, 2009
”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.”
(QS. Al Israa’:37)
Imam Al Ghazali dalam kitabnya ”Ihya’ ’Ulumuddin” menulis bagaimana mungkin manusia bisa bersifat sombong sementara dalam dirinya terdapat 1 sampai 2 kilogram kotoran yang bau? Terkadang orang sombong karena kekayaannya. Siapa orang terkaya di dunia? Qarun dulu sangat kaya, perlu tujuh orang yang sangat kuat hanya untuk mengangkat kunci-kunci gudang kekayaannya yang berisi emas permata. Saat ini orang terkaya di dunia (versi Fortune Magazine 20 Agustus 2007) adalah Carlos Slim memiliki kekayaan US$ 59 milyar atau Rp 551 trilyun lebih yang mengalahkan Bill Gates yang memiliki kekayaan US$ 56 milyar.
Namun yang patut diingat, ketika orang-orang kaya itu lahir ke dunia, mereka tidak memiliki apa-apa. Ketika mati juga tidak membawa apa-apa kecuali kain yang melekat di badan. Pada saat mati tidaklah berguna segala harta dan apa yang telah mereka kerjakan.
Maret 31, 2009
“Sesungguhnya Allah itu indah dan Dia menyukai keindahan, (dan yang dimaksud dengan) kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendah-rendahkan orang lain” (HR. Muslim)
Sifat angkuh dan sombong telah banyak membinasakan makhluk Allah swt, bermula dari peristiwa pengusiran Iblis dari syurga karena niat sombongnya, enggan sujud kepada Nabi Adam a.s tatkala diperintahkan oleh Allah SWT untuk sujud hormat kepadanya.
Demikian juga Allah swt telah menenggelamkan Qarun beserta seluruh hartanya ke dalam perut bumi disebabkan kesombongan dan keangkuhannya. Allah SWT juga telah menenggelamkan Fir’aun dan bala tenteranya ke dalam laut kerana kesombongan dan keangkuhannya terhadap Allah SWT dan juga kepada kaumnya sendiri. Dengan sikap kesombongannya itulah dia lupa diri sehingga dia menyatakan dirinya tuhan yang mesti disembah dan diagungkan.
Kehancuran kaum Nabi Luth a.s juga karena kesombongan mereka dengan menolak kebenaran yang disampaikan Nabi Luth a.s agar mereka meninggalkan kebiasaan buruk mereka yaitu melakukan penyimpangan seksual, yakni lebih suka memilih pasangan hidup sama jenis (homosek); sehingga tanpa disangka-sangka pada suatu pagi, Allah swt membalikkan bumi tempat tinggal mereka dan tiada seorang pun dari mereka yang dapat menyelamatkan diri dari azab Allah yang datangnya secara tiba-tiba itu. Dan masih banyak kisah lain yang dapat menyadarkan manusia dari sifat sombong dan angkuh, sekiranya mereka menggunakan hati nurani dan akalnya yang sehat. Namun banyak orang yang terbujuk dengan bisikan setan laknatillah.
Maret 26, 2009
Fatwa Golput, Surga Dunia atau Surga Akhirat
Posted by baskarolin under Politik | Tag: banda aceh, basri a bakar, fatwa golput, golput, mpu, mui |[18] Comments
Golput kembali menjadi bahan pembicaraan. Terlebih setelah Pilkada Jawa Barat dan Jawa Tengah yang dimenangkan oleh Golput alias golongan putih. Pilkada Jawa Barat yang menghasilkan pasangan Hade (Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf) berhasil meraup 7,3 juta suara, sedangkan golput mencapai 10 juta suara. Paling baru dan heboh di Jawa Tengah. Lagi-lagi Golput meraih kemenangannya.
Pertanda apakah ini? Apakah rakyat Indonesia sudah tidak lagi tertarik untuk menentukan nasib masa depan bangsanya sendiri? Ataukah rakyat sudah jengah oleh ulah sebagian besar [oknum] pejabat baik eksekutif, legislatif dan yudikatif?
Golput sendiri bukanlah barang baru. Sejak masa pemerintahan Soeharto pun sudah menjadi momok bagi pemerintah. Golput merupakan wujud protes atas ketidakberesan sistem pemerintahan yang telah ada. Juga merupakan suatu bentuk pilihan ketika dihadapkan pada pilihan calon-calon pemimpin yang dianggap kurang pantas. Golput oleh pemerintah Soeharto dianggap sebagai musuh bebuyutan.
Bukan hanya pejabat pemerintahan maupun [poli]TIKUS yang resah akan fenomena Golput. Orang-orang yang biasanya memakai sarung kini sibuk berkumpul untuk mengeluarkan fatwa tentang Golput. Terbaru, MUI se-Madura telah mengeluarkan fatwa bahwa Golput adalah haram. Golput sama dengan menyantap babi. Golput sama dengan meminum arak. Golput tidak ada bedanya dengan berzina.
Bahkan Megawati juga memberikan fatwa tentang Golput ini. Bagi anda yang Golput, maka anda harus melepaskan status WNI anda. Mungkin Megawati lupa Pemilu 1997 silam, dia pernah melakukan aksi Golput. Sudah insyafkah Megawati? Mungkin dia kini sudah dekat dengan para kyai yang sering berfatwa itu. Bagaimana dengan PKS. Berdasarkan fatwa Dewan Syariah Pusat Partai Keadilan Sejahtera maka Golput hukumnya haram.
Bagaimana dengan Gus Dur? Ah… silahkan buka google dan cari sendiri fatwa beliau?
Lalu pertanyaannya, bagaimana nasib saya dan orang-orang seperti saya ini. Saya sudah banyak dosa, takut nambah dosa lagi. Kalo boleh saya mengungkapkan pendapat maka fatwa hanya mengikat ke dalam saja. Fatwa PKS hanya untuk kaum PKS saja. Fatwa NU ya hanya untuk NU saja. Fatwa MUI Madura, ya hanya untuk kaum MUI Madura saja. Fatwa Megawati ya untuk kaum Megawati saja. Lalu saya ini kaum apa?
Saya malah cenderung curiga fatwa-fatwa yang baru-baru ini keluar tidak lepas dari permainan lendir politik. Apakah fatwa tersebut berkonsekuensi dengan surga yang kekal di akhirat kelak? Atau hanya surga dunia saja. Entah surganya Bulyan Royan atau surganya Al Amin Nasution. Mungkin suatu saat nanti akan ada iklan di google ads atau kumpulblogger berbunyi “DIJUAL FATWA MURAH, Hubungi Kyai Slamet“
Wallahu ‘Alam…
Sumber : Antara